Jumat, 15 April 2016
Cerita dari Spanyol
SPANYOL sepertinya tidak pernah kehabisan orang-orang beken yang mendunia. Pasti kita akrab dengan nama-nama Spanyol dibidang olahraga. Rafael Nadal, Fernando Alonso, Raul Gonzalez, Pep Guardiola, Luis Enrique, Andres Iniesta juga Fabregas adalah contoh diantaranya. Ada juga Lorenzo, Marquez, Pedrosa hingga Maverick Vinales. Dan masih buanyak lagi yang lainnya.
Saking populernya nama-nama mereka itu, sampai mengalahkan kepopuleran raja Spanyol. Orang mungkin perlu googling untuk tahu nama penguasa wilayah yang dahulu bernama Hispania dan Andalusia itu. Tetapi ketika ditanya kiper timnas, mudah saja menjawabnya, semudah menghidupkan kompor gas.
Orang-orang yang lebih dahulu beken asal Spanyol kita bisa sebutkan nama Ibnu Hazm, Ibnu Thufail, Ibnu Rusyd, Ibnu Arabi, Ibnu Bajah, Ibnu Malik dan Al-Syathibi. Mereka sudah meninggal, tetapi seperti masih hidup. Pemikiran mereka menginspirasi dan tak habis digali. Untuk hal ini kita pantas dan boleh iri.
_Cerita malam jelang #elclasico
Senin, 13 Juli 2015
Menjajal Xiaomi Redmi 2
![]() |
| Tampilan Xiaomi Redmi 2/Amirul Huda |
DI INDONESIA banyak yang belum mengenal merk Xiaomi, salah
satu produsen smartphone asal Tiongkok. Tentu saja ini bisa dimaklumi mengingat
Xiaomi baru berumur sekira lima tahun. Selain itu produsen yang dikomandani
Hugo Barra ini tidak mengiklankan diri secara konvensional, melainkan
memperkenalkan lewat “seminar,” jaringan sosial media dan internet. Jadi hanya
yang rajin dan melek informasi saja yang mengetahui apa itu Xioami.
Xiaomi menawarkan produk dengan spesifikasi tinggi namun
dengan harga terjangkau. Salah satu caranya adalah dengan menjual langsung
kepada konsumen lewat penjualan online. Cara ini dimaksudkan untuk memotong
rantai distribusi yang banyak memakan biaya. Beberapa produk yang sukses
ditelurkan Xiaomi diantaranya adalah Redmi 1s, Redmi Note, Mi3, Mi4, Mi4i dan
Redmi 2. Kali ini saya ingin menjajal salah satu produk Xiaomi kelas bawahnya,
yakni Redmi 2 atau biasa disingkat RM 2.
Sabtu, 11 Juli 2015
I’tikaf, Ibadah Apa Itu?
![]() |
| Ilustrasi orang beri'tikaf sidomi.com |
I’TIKAF asal katanya adalah akafa, yang berarti
menetap, mengurung diri atau terhalangi. Sedangkan i’tikaf menurut istilah
yaitu berdiam diri di masjid dengan niat tertentu dan cara tertentu. Tentu saja
niat untuk beribadah dan mendekatkan diri pada Allah subhanahu wata’ala.
Orang banyak membicarakan i’tikaf biasanya ketika memasuki bulan
Ramadan, khususnya disepuluh hari terakhir seperti saat ini. Padahal dari
definisi dan pengertian i’tikaf sama sekali tidak secara ekslusif menyiratkan
hanya berlaku di bulan Ramadan. Menurut Dr. Miftah Faridh, dari sisi waktu
ibadah i’tikaf itu netral. Berarti dapat dilakukan kapan saja, tidak hanya
dibulan Ramadan tetapi juga bisa dibulan-bulan lain. (Beberapa ustadz di
kampung juga sering menganjurkan untuk berangkat jumatan lebih cepat dan sesampainya
di masjid diniatkan untuk i’ikaf sambil menunggu khatib naik mimbar). Sedangkan
dari sisi tempat i’tikaf, terdapat perbedaan para ulama dan cendikiawan muslim.
Tulisan ini mencoba sedikit membedah kembali tentang i’tikaf, sekadar untuk
saling belajar dan mengingatkan kembali pelajaran-pelajaran fikih lama.
I’tikaf disebutkan di dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah: 187,
yang artinya, “...Janganlah kalian melakukan hubungan suami-istri ketika
kalian sedang i’tikaf di masjid.” Sedangkan salah satu hadits yang
membicarakan tentang i’tikaf adalah hadits dari Aisyah ra. Yaitu “...Nabi
shalllahu a’laihi wasallam beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir
bulan Ramadan. Aku membuatkan tenda untuk beliau. Lalu beliau shalat shubuh
kemudian masuk ke tenda i’tikafnya. (HR. Bukhari dan Muslim). Inilah yang
kemudian dijadikan dalil ibadah i’tikaf dan menjadikannya seolah-olah hanya ada
di bulan Ramadan.
Langganan:
Postingan (Atom)

