Sabtu, 04 Februari 2012
Agama Praksis versus Agama Wacana
SEJARAH kelahiran agama memang masih banyak orang yang memperdebatkannya, namun untuk apa agama dilahirkan, rasanya kita sepakat, yakni sebagai penenang jiwa sekaligus petunjuk hidup (way of life). Meskipun demikian, kelahiran agama tidaklah berjalan dengan mulus, ia dipenuhi dengan rintangan. Karena agama selain punya misi menentramkan, ia juga lahir untuk mendobrak beragam kerusakan dan ketidakadilan. Untuk kemudian menciptakan kehidupan yang penuh keharmonisan dan kedamaian bagi semua makhluk.
Sebagaimana agama lainnya, kelahiran agama Islam sejak awal pun sangat mengguncang, karena agama ini telah berani merubah tatanan yang telah mapan saat itu. Kalau agama sebelumnya umumnya hanya mengajarkan tentang bagaimana berhubungan dengan Sang Pencipta, bagaimana berbuat baik terhadap sesamanya. Namun Islam lebih dari itu semua.
Jumat, 20 Januari 2012
Makna Ulang Tahun
:Juga untuk yang hari ini ulang tahun.
Hari lahir, pada hakikatnya adalah pengulangan nostalgia. Nostalgia kelahiran. Seseorang senantiasa ingat dan senang dengan masa lalu. Seringkali dirinya membandingkan apa yang dirasakannya hari ini dengan hari-hari yang telah lewat. Melihat apa yang telah didapatkannya hari ini dan apa saja yang belum tercapai.
Mengenang hari lahir kini telah menjadi budaya massa, khususnya di kalangan anak-anak dan generasi muda. Berbeda dengan generasi (tua) dahulu yang tidak menganggap penting sebuah hari lahir. Ini terbukti banyak yang tidak ingat kapan dirinya lahir—hari apa, tahun berapa—apalagi sampai merayakannya. Mungkin sebagian orang ada yang ingat hari atau waktunya dari cerita orang tuanya. Misalnya kalau orang jawa ingat kalau ia lahir pada Sabtu Wage, Pahing, Legi atau Pon. Lahirnya pagi hari atau malam hari, tapi tidak tahu tajun berapa. Namun bagi generasi sekarang mengenang atau merayakan hari lahir seolah menjadi bagian penting dalam hidupnya.
Hari lahir, pada hakikatnya adalah pengulangan nostalgia. Nostalgia kelahiran. Seseorang senantiasa ingat dan senang dengan masa lalu. Seringkali dirinya membandingkan apa yang dirasakannya hari ini dengan hari-hari yang telah lewat. Melihat apa yang telah didapatkannya hari ini dan apa saja yang belum tercapai.
Mengenang hari lahir kini telah menjadi budaya massa, khususnya di kalangan anak-anak dan generasi muda. Berbeda dengan generasi (tua) dahulu yang tidak menganggap penting sebuah hari lahir. Ini terbukti banyak yang tidak ingat kapan dirinya lahir—hari apa, tahun berapa—apalagi sampai merayakannya. Mungkin sebagian orang ada yang ingat hari atau waktunya dari cerita orang tuanya. Misalnya kalau orang jawa ingat kalau ia lahir pada Sabtu Wage, Pahing, Legi atau Pon. Lahirnya pagi hari atau malam hari, tapi tidak tahu tajun berapa. Namun bagi generasi sekarang mengenang atau merayakan hari lahir seolah menjadi bagian penting dalam hidupnya.
Kesepian, Kamu, Aku dan Sesuatu yang Lain
Kesepian ini begitu mendera
Sebelum kau datang menawarkan sepucuk kata berlumurkan embun
Embun yang lama dirindukan tangkai hatiku
Datanglah selalu dan mendekaplah, agar menjadi pohon tak rapuh
Tahukah kau, kutasbihkan namamu hingga tepi malam dan ujung siang
Kulukiskan pada kulit harapan
Kuceritakan indahmu pada kupu-kupu, angin dan hujan
Sesekali kulilitkan namamu di bangku senja hingga ia tersipu
Langganan:
Postingan (Atom)

