Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Juni 2015

Pagi dengan Sinar Bulan


Aku merindukan pagi
Pagi dengan sinar bulannya yang temaram
Sungguh, dalam aroma pagi aku menemukan aromamu
Semoga kau pun di sana menangkap resahku di tepi pagi

Di dinding kamar yang dingin ini
Terpantul wajahmu
Gulita tak mampu melenyapkan bayangmu

Di lantai sujudku pun kau hadir
Mengganggu kemesraanku denganNya

Aku menikmatinya
Pagi dengan sinar bulan

Kotabumi, Juni 2011-2015

Jumat, 20 Januari 2012

Kesepian, Kamu, Aku dan Sesuatu yang Lain


Kesepian ini begitu mendera
Sebelum kau datang menawarkan sepucuk kata berlumurkan embun
Embun yang lama dirindukan tangkai hatiku
Datanglah selalu dan mendekaplah, agar menjadi pohon tak rapuh

Tahukah kau, kutasbihkan namamu hingga tepi malam dan ujung siang
Kulukiskan pada kulit harapan
Kuceritakan indahmu pada kupu-kupu, angin dan hujan
Sesekali kulilitkan namamu di bangku senja hingga ia tersipu

Senin, 26 Desember 2011

Mati

-Jobs

Kematian hanya memutuskan nafas
Perpisahan sesaat di tepi waktu
Akankah kita rayakan atau kita sesali
Kematianmu meninggalkan permata juga duka
Kematian tidak pernah mati

Tapi disana ditanah hitam
Tiba-tiba kematian menjadi merah
Peluru itu pecah di kepala
Kematiannya sepi tanpa lolong anjing
Hanya gemuruh tank meredam jerit sekarat
Hanya debu yang meratapi

22 Oktober 2011

Rabu, 02 September 2009

Di kotamu malam itu

di kotamu malam itu tak bersahabat
di kursi yang pudar aku rebah
dengan mata yang tak bisa terpejam
sebab malam memang tak bersahabat
kucoba menghadirkanmu
agar hilang semua gelisahku
sayang, aku tak bisa
mataku terlalu sulit terpejam
di kotamu malam itu menjadi kenangan
sebuah malam yang tak menyenangkan

surabaya kota, 07 juli 2004

Selasa, 21 Juli 2009

Dari Sebuah Nama

Aku pernah merasakan kesendirian itu, nay
Di depan sebuah etalase kukagumi bayangan kemewahan
Dua orang wanita tua mendekatiku dan bertanya dari mana
Ku sebutkan sebuah negeri jauh dan miskin
Tapi mereka segera beringsut karena tahu
Aku menginap disebuah hotel mewah
Inikah ironi?

-DRH-
2009