Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Juni 2015

Pagi dengan Sinar Bulan


Aku merindukan pagi
Pagi dengan sinar bulannya yang temaram
Sungguh, dalam aroma pagi aku menemukan aromamu
Semoga kau pun di sana menangkap resahku di tepi pagi

Di dinding kamar yang dingin ini
Terpantul wajahmu
Gulita tak mampu melenyapkan bayangmu

Di lantai sujudku pun kau hadir
Mengganggu kemesraanku denganNya

Aku menikmatinya
Pagi dengan sinar bulan

Kotabumi, Juni 2011-2015

Jumat, 20 Januari 2012

Kesepian, Kamu, Aku dan Sesuatu yang Lain


Kesepian ini begitu mendera
Sebelum kau datang menawarkan sepucuk kata berlumurkan embun
Embun yang lama dirindukan tangkai hatiku
Datanglah selalu dan mendekaplah, agar menjadi pohon tak rapuh

Tahukah kau, kutasbihkan namamu hingga tepi malam dan ujung siang
Kulukiskan pada kulit harapan
Kuceritakan indahmu pada kupu-kupu, angin dan hujan
Sesekali kulilitkan namamu di bangku senja hingga ia tersipu

Senin, 26 Desember 2011

Mati

-Jobs

Kematian hanya memutuskan nafas
Perpisahan sesaat di tepi waktu
Akankah kita rayakan atau kita sesali
Kematianmu meninggalkan permata juga duka
Kematian tidak pernah mati
—
Tapi disana ditanah hitam
Tiba-tiba kematian menjadi merah
Peluru itu pecah di kepala
Kematiannya sepi tanpa lolong anjing
Hanya gemuruh tank meredam jerit sekarat
Hanya debu yang meratapi

22 Oktober 2011

Senin, 27 April 2009

Cerita tentang buku dan kita


BERAPA buku yang dihasilkan Indonesia tiap tahun? Sumber dari Kompas Menyebutkan hanya sekitar 2000 judul buku saja. Bandingkan dengan negara tetangga Thailand yang mampu menerbitkan sampai 6000 hingga 8000 judul buku. Hitung juga berapa jumlah buku yang dicetak tiap judulnya? Tak lebih baik dari sebuah kaset Indie. Belum lagi kalau harus menghitung berapa buku yang dicetak tersebut dibaca orang. Saya kira prosentasenya lebih kecil lagi. Adapun separuh lebih buku-buku yang ada di negeri ini adalah buku hasil terjemahan. Yang juga sama ironisnya, tidak dibaca orang.

Tentang sebuah buku terjemahan, Jacob Oetama bercerita. Bos grup Kompas-Gramedia ini bertutur tentang novel populer di seluruh dunia, yang juga diangkat ke layar lebar,—yang sama-sama digemari dan masuk kategori Box-office—buku tersebut adalah buku Harry Potter karya J. K. Rowling. Jacob ikut bangga ketika buku Harry Potter jilid pertama yang dicetak Gramedia mampu terjual 15.000 eksemplar. Dan untuk cetak ulang yang kedua juga mampu terjual 15.000 eksemplar. Begitula informasi yang ia dapatkan dari salah seorang editor penerbit Gramedia. Tetapi ia sempat terkaget ketika “anak buahnya” menambahkan informasi, bahwa di Thailand Harry Potter mampu tercetak 100.000 eksemplar—itupun untuk cetakan pertama. Di Taiwan setelah dicetak berulang kali sampai 300.000 eksemplar. Begitu juga di Australia tercetak rata-rata 200.000 eksemplar untuk jilid 1, 2 dan 3.