KETIKA masa SMA guru ekonomi saya pernah melontarkan sebuah pertanyaan sederhana, apakah kami (murid-murid) pernah mendengar istilah saham? “Pernah,” jawab kami. Kemudian beliau melanjutkan pertanyaan, apa yang dimaksud dengan saham? Dengan penuh percaya diri beberapa siswa dengan riuh—termasuk saya—menjawab, saham adalah surat berharga. Karena memang demikianlah yang diajarkan beberapa guru ketika SMP. Apa jawaban sang guru. “O, begitu ya?” kata guruku manggut-manggut. “Kalau surat cinta dari pacar berharga tidak?” lanjutnya. “Berharga,” jawab kami hampir serentak. “Kalau begitu apakah surat cinta termasuk saham?” Banyak yang diam, tapi ada juga yang menjawab “bukan.”
Jumat, 22 Februari 2013
Senin, 31 Desember 2012
Setelah Sinetron, Boyband Lalu Apa Lagi?
ADAKAH pemain sinetron saat ini yang lahir dari sanggar seni atau teater? Rasanya minim sekali. Mungkin karena sinetron (kebanyakan) tak membutuhkan bakat atau keterampilan akting untuk pemerannya. Yang dibutuhkan sinetron hanya penampilan fisik. Pemeran Cuma perlu berpenampilan cantik atau ganteng, soal kemampuan akting bisa diatur belakangan. Jika tak cantik atau tampan, harus yang berpenampilan unik—untuk tidak mengatakan jelek banget. Toh, skenario dalam sinetron juga bukanlah konsep yang jelas. Jalan ceritanya bebas mengalir, berputar-putar dan semaunya sutradara atau produser. Banyak yang mengadopsi dan memodifikasi dari sinetron lain yang sama-sama minim kreativitas. Hanya beda judul dan nama tokohnya.
Selasa, 01 Mei 2012
Toleransi Omong Kosong
PANDANGAN sempit masyarakat tempat tingggalku menghalangi langkahku mereguk kebahagiaan dan kebebasan. Atas nama kemaslahatan, saya menyerah kalah. Walau saya tetap mengutuk pandangan sempit mereka. Tiada yang pantas dikasihani selain orang yang berpikiran sempit dan merasa benar sendiri.
===
TOLERANSI kadang hanya sebuah lelucon dan cerita omong kosong. Sesungguhnya kebanyakan muslim itu tak bisa menerima perbedaan dengan ikhlas. Padahal perbedaan itu jelas ada dan sengaja diciptakan oleh Tuhan. Tuhan tak menciptakan manusia dengan satu warna atau satu bahasa. Tidak juga satu agama maupun satu pemahaman, apalagi satu organisasi.
===
TOLERANSI kadang hanya sebuah lelucon dan cerita omong kosong. Sesungguhnya kebanyakan muslim itu tak bisa menerima perbedaan dengan ikhlas. Padahal perbedaan itu jelas ada dan sengaja diciptakan oleh Tuhan. Tuhan tak menciptakan manusia dengan satu warna atau satu bahasa. Tidak juga satu agama maupun satu pemahaman, apalagi satu organisasi.
Langganan:
Postingan (Atom)
