![]() |
| ruangmuslimah |
SEBELUM menikah biasanya laki-laki dan perempuan mencoba saling mengenal satu sama lain. Mengenal lawan jenis istilahnya bisa bermacam-macam. Ada yang menyebutnya pacaran, ta’aruf, PDKT, bakalan dan lainnya. Kini banyak anak muda yang lebih memilih kata ta’aruf , karena dianggap lebih baik (lebih islami?) Sebenarnya istilah tidak terlalu penting, yang lebih penting adalah substansi bagaimana menjalani masa perkenalan tersebut. Mengatakan sedang ta’aruf tapi tata cara dan prosesnya seperti kebanyakan anak muda yang melampaui batas kepatutan pergaulan, jadinya sama saja, tidak lebih baik.
Salah satu metode mendapatkan pasangan yang akan diajak menikah adalah dengan cara melihat langsung si calon, dalam istilah agama Islam disebut dengan nadhor(melihat si calon). Biasanya laki-laki melihat si calon wanita. Dimasa sekarang dimana interaksi dan pergaulan laki-laki dan perempuan sudah semakin terbuka, sarana media sosial semakin mendominasi, masih perlukah nadhor?


