
Ada beberapa cara menandai halaman buku yang sedang kita baca. Di masa lalu ada kebiasaan yang lazim dilakukan, yakni melipat sudut atas halaman itu—dari sinilah diperoleh ilham untuk nama rubrik “Sudut Lipatan”. Arah lipatan menunjukkan halaman mana yang terakhir kita baca, yang ganjil atau yang genap.
Namun, melipat halaman buku bukanlah cara yang patut ditiru, sebab akan merusak buku. Bayangkan bila kita membaca dengan begitu lambat, pasti akan banyak sudut halaman yang kita lipat. Jika satu hari cuma membaca satu halaman, sudut yang sama akan dilipat dua kali: mula-mula ke halaman ganjil, lalu ke halaman genap. Lama-lama, halaman itu patah sudutnya.