Tampilkan postingan dengan label Steve Jobs. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Steve Jobs. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Februari 2012

Setelah Jobs Pergi

: Mengenang 120 hari kepergian Steve Paul Jobs

SEORANG laki-laki kurus duduk tak tenang dikursi ruang tamu sebuah perusahaan komputer Atari. Berjam-jam lamanya ia tetap tak beranjak dari tempat itu. Ia mendekap berkas lamaran kerja. Pimpinan perusahaan sudah memberikan jawaban bahwa sang lelaki kurus itu tidak bisa bekerja di perusahaannya. Alih-alih beranjak pergi, lelaki itu tetap menunggu kepastian bahwa dirinya layak bekerja di perusahaan itu. Atari kemudian menerima si lelaki tersebut, daripada harus memanggil polisi untuk mengusirnya. Lelaki itu bandel itu bernama Steve Paul Jobs.


Cerita itu memberikan sedikit gambaran bagaimana kekerasan hati Jobs untuk ketika menginginkan sesuatu. Ia begitu yakin dan pantang menyerah, karena ia yakin ia mampu. Dalam kisah lain, ketika Jobs bekerja di Apple Inc. (dahulu bernama Apple Computer Inc.) untuk membuat komputer pertama kali bersama rekannya, Steve Wozniak, mereka kehabisan material. Jobs tak segan-segan menelpon Bill Hewlett untuk membantunya memasok material kebutuhannya, meskipun ia sebenarnya tidak mengenal bos Hewlett Packard tersebut. Lagi-lagi Jobs tidak menyerah sampai ia mendapatkan material untuk komputer Apple-nya.